02.25 AM
Kami bertemu dalam doa dan kami diam
Bersama dengan lemahnya dua insan memohon kepadaNya, akan kehadiran dari tiap jiwa untuk bertaut
Lalu secepat itu juga semua terlarut dalam kentalnya ucapan yang tertahan dalam sudut mulut
Aku dan yang selalu mengisi setiap millimeter doa yang menjelma menjadi tulisan ini
Menjerit dalam tatapan
Bersaing untuk berseru sakitnya hati masing-masing
Aku babak belur. Dia terpelanting keluar dari arena.
Masih dalam sunyi terlarut dalam sembilat ngilu yang menembus hati
Jalan mudah di depan lintasan untuk saling mengobati dan bersama menang
Hanya kami memilih berkelana dan berpisah putaran
Saling bertaruh siapa yang lebih dulu menemukan jalan untuk menjemput dan bersama menempel kepingan yang pernah hilang
Berharap tuntunan terang memandu kami. Berpagut lagi.

